
Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.Untuk mengatur agar hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengakses wifi ini, maka perlu di buat suatu sistem yang bisa melakukan otentikasi pada wifi yang kita setup.
Nah pada kesempatan kali ini, penulis mencoba untuk melakukan percobaan untuk memadukan sistem single sign-on ugm untuk dimanfaatkan sebagai otentikasi wifi di FMIPA UGM.
Single Sign-On merupakan fasilitas once register multiple access. Hanya dengan memiliki sebuah account e-mail yang telah aktif di UGM, maka pengguna bisa mengakses fasilitas lainnya hanya dengan satu account tersebut. Misalnya mengakses internet messaging, address book, dan webmail.
Peralatan yang digunakan
Komputer Acer Veriton M264, dimanfaatkan sebagai Apache Web Server
Wireless-G Broadband Router Linksys WRT54G dan WRT54GS, merupakan model wireless router,produk dari linksys (divisi dari cisco system)
OpenWRT,merupakan distribusi linux untuk embedded devices.Kali ini kita akan menggunakan openWRT untuk mengganti firmware asli bawaan dari linksys WRT54G.Kali ini yang kita gunakan versi White Russian 0.9. Anda bisa mencoba untuk versi Kamikaze
Chillispot, merupakan Wireless LAN Access Controller.Ini digunakan untuk melakukan otentikasi user untuk wireless LAN.Chillispot memberikan dukungan, web based login untuk hotspot.
Freeradius, daemon untuk unix/linux yang merupakan salah satu dari server radius protokol, dan dapat digunakan untuk melakukan Authentication dan Accounting.Pada kasus kali ini kita menggunakan Server Freeradius milik UGM.
LDAP, merupakan merupakan backend database yang akan kita gunakan untuk mengambil data-data yang sudah tersimpan di dalamnya. Pada kasus kali ini kita menggunakan server LDAP milik UGM. Jadi disini kita tidak perlu melakukan konfigurasi Server LDAP lagi.
Langkah-Langkah Konfigurasi
Download firmware OpenWRT WhiteRussian di http://downloads.openwrt.org/whiterussian/
Konfigurasi Linksys Router WRT54G versi 2.0
Kali ini kita akan mengistall openwrt ke dalam router WRT54G.Jadi firmware asli bawaan router ini, akan kita hapus dan diganti dengan openwrt.Pada versi 2.0, alat ini dibangun menggunakan broadcom 4712 board, dengan kecepatan CPU 200 Mhz, 4 Mb Flash, 16 Mb SDRAM.Untuk mengganti firmware asli router ini dengan openwrt, cara yang termudah adalah melalui web interfaces yang disupply oleh vendor.Secara default router jenis ini mempunyai IP 192.168.1.1, dengan username admin password admin.Jadi kita bisa melakukan upgrade firmware dengan mengakses via web browser di alamat http://192.168.1.1, jangan lupa untuk memberikan IP yang satu subnet pada komputer yang digunakan untuk melakukan konfigurasi misal IP Komputer: 192.168.1.2. Koneksi antara linksys WRT54g dan Komputer menggunakan kabel UTP straight, dan colokkan ke salah satu port LAN di belakang linksys WRT54G, misal di port 1.Perlu beberapa detik, sampai proses upgrade selesai.Jika upgrade successfuly…..berarti saya ucapkan selamat, anda telah selesai melakukan upgrade.Lalu langkah apa selanjutnya..? (ikut langkah berikut…jangan bosan ya..,biar ngk bete siapkan satu gelas cofeemix panas…hhmmm..enak)
Melakukan Koneksi ke OpenWRT Router
Nah…sekarang kita bisa login ke openwrt yang telah kita install. caranya dengan melakukantelnet 192.168.1.1 hasilnya terlihat seperti gambar dibawah ini.
Nah langkah pertama kita harus memberikan password root untuk wifi WRT54G kita, karena defaultnya blom ada password untuk root.Sehingga ketika di telnet akan langsung masuk prompt root@OpenWrt:/#passwdPerintah passwd diatas digunakan untuk memberikan password root, dengan minimal 5 karakter, dan maksimal 8 karakter, dengan kombinasi angka dan huruf serta huruf besar dan kecil.Semenjak kita berhasil memberikan password untuk root maka, otomatis layanan telnet akan dimatikan, dan untuk bisa mengaksesnya kembali menggunakan SSH.
Konfigurasi Jaringan
Setelah selesai memberikan password root, sekarang kita akan melakukan koneksi ke wifi kita dengan melakukan koneksi SSH ke IP: 192.168.1.1
OpenWRT White Russian mempunyai beberapa interface jaringan yaitu:
br0 : bridge antara eth0 dan vlan1
eth0: LAN Switch
eth1: Wireless Interface
vlan1: Virtual LAN: Internet
vlan0: Virtual LAN: Port 1 to 4 (port di belakang Linksys WRT54G)
untuk mengecek interface yang ada ketikkan perintah :
#ifconfig
Selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi untuk interface WAN (Internet) pada wifi
# nvram set wan_ifname=vlan1# nvram set wan_proto=static# nvram set wan_ipaddr=10.6.1.251# nvram set wan_netmask=255.255.0.0# nvram set wan_gateway=10.6.1.254# nvram set wan_dns=172.16.30.7# nvram commit
setelah itu lakukan restart service network dengan melakukan perintah
# /etc/init.d/S40network restart
Selanjutnya kita akan melakukan setting Wifi untuk Mode, SSID dan channel, dengan melakukan perintah
#nvram set wl0_mode=ap
#nvram set wl0_channel=11
#nvram set wl0_ssid= netMIPAiii
#nvram commit
Installing Driver Tun/Tap dan chillispot
Sebelum menginstall chillispot, kita perlu menginstal driver tun/tap untuk chillispot.Karena chillispot menggunakan driver ini. Driver Tun/Tap bisa diperoleh di
#wget http://downloads.openwrt.org/whiterussian/0.9/packages/kmod-tun_2.4.30-brcm-5_mipsel.ipk
#ipkg install kmod-tun_2.4.30-brcm-5_mipsel.ipk
#insmod tun (untuk memanggil modul tun)
Setelah modul tun sukses kita install langkah selanjutnya adalah install chillispot untuk versi openwrt
# wget http://downloads.openwrt.org/whiterussian/0.9/packages/chillispot_1.0-1_mipsel.ipk
# ipkg install chillispot_1.0-1_mipsel.ipk
Konfigurasi /etc/chilli.conf
Pada studi kasus disini, kita anggap IP Server Freeradius (10.13.14.15), IP Web Server (10.6.7.8). Jadi kita bisa melakukan konfigurasi di /etc/chilli.conf, sebagai berikut:
radiusserver1 10.13.14.15
radiusserver2 10.13.14.15
radiussecret mipaok
dhcpif eth1
uamserver https://10.6.7.8/cgi-bin/hotspotlogin.cgi
uamsecret mipaok
Konfigurasi Web Server
Pada kasus ini, saya anggap Web Server sudah terinstall dengan baik. Misal Webserver berjalan di sistem Fedora/Red Hat/Centos.Nah kita tinggal mencopy file hotspotlogin.cgi ke direktori web server kita, misal di /var/www/cgi-bin
Kita perlu sedikit mengedit file hotspotlogin.cgi khususnya di bagian
$uamsecret =”mipaok”;
$userpassword=1;
File hotspotlogin.cgi bisa diperoleh pada bagian dokumentasi dari source code chillispot-1.1.tar.gz
Konfigurasi Firewall
Untuk konfigurasi firewall, kita tinggal mengedit atau menambahkan konfigurasi dari scripts bawaan chillispot. Untuk versi openwrt, scripts firewall bisa diperoleh pada bagian dokumentasi source code chillispot-1.1.tar.gz. Kemudian copy scripts tersebut ke bagian /etc/init.d, agar berjalan ketika openwrt dihidupkan pertama kali. Selengkapnya ikuti langkah dibawah ini (sebelumnya saya anggap scripts firewall chillispot sudah dicopy ke dalam /tmp/firewall.openwrt)
#rm /etc/init.d/S35firewall {hapus firewall lama}
#cp /tmp/firewall.openwrt /etc/init.d/S35firewall {copy firewall.openwrt menjadi S35firewall}
#chmod 755 S35firewall {tambahkan mode 755 agar S35firewall bisa di eksekusi}
edit file S35firewall pada bagian
WANIF=$(nvram_get wan_ifname) dan ganti menjadi WANIF=$(nvram get wan_ifname)
jika konfigurasi firewall menurut anda sudah lengkap dan benar anda bisa jalankan firewall anda
/etc/init.d/S35firewall
Tahap Akhir
Nah pada tahap akhir ini kita tinggal menjalankan chillispot kita
# /etc/init.d/chilli start
setelah kita jalankan chilli, maka interface tun akan aktif. Anda bisa cek dengan perintah #ifconfig
Kemudian agar chillispot kita selalu aktif ketika openwrt booting, kita bisa lakukan trik dengan merubah nama chilli dengn S50chilli
#cp /etc/init.d/chilli /etc/init.d/S50chilli
#rm /etc/init.d/chilli
Dari hasil ujicoba, semua berjalan lancar.Ketika client terhubung dengan SSID yang sudah kita buat, maka akan ditanya username dan password. Jika anda punya account email ugm, maka anda bisa mengakses layanan ini
ATAU
Langkah- langkah:
1.Klik start
2.Pilih connect to
3.Lalu pilih Wirelles connection 2
4.Kemudian Refresh
5.Tunggu jaringan yang keluar
6.Lalu lihat IP melalui (Starr -cmd-ketik IP config/all-lalu enter)
7.Setelah itu browsing lewat internet dan masukan IPnya.Misal:192.168.36.1
8.Kemudian muncul kotakan dan isi user name dengan=admin dan password=admin
9.Kemudian browsing dan kerik IP awal yang ada (pada langkah 6)
10.Lalu muncul kotakan lagi dan isi user name dengan=admin dan password=admin
11.Setelah itu masuk ke Setup pilih Basic Setup.Bagian atas dengan Static IP lalu Local IP address diganti,misal=192.168.36.1,Starting IP address diganti,misal=192.168.36.40,DHCP Users=15 (untuk batas maksimal yang di inginkan),Atur time zonenya sesuai dengan negara masing-masing.misal (GMT+7,Hanoi,Jakarta),Lalu save setting.
12.Lalu kita masuk ke Wireless,setelah itu Wireless Network.Muncul kotakan isi Nama kamu ( misal laelihani) lalu save setting.
13.Lalu cek melalui star-cmd-ipconfig. Lihat apakah IP sudah ganti atau berubah atau belum.Jika sudah,kita masuk ke browsing rnterner dan ketik IP yang sudah di ubah tadi (misal=192.168.36.1).Lalu refresh dan tunggu jaringan keluar.
14.Jika sudah keluar User name dan ip address akan berubah sesuai dengan ip yang kita pakai (laelihani,192.168.36.1)
15.Setelah itu kita koneksikan dengan cara klik connect di bagian tampilan bawah kotakan.16.Jika sudah,maka semua telah terkoneksikan ke intermet.Semoga dapat bermanfaat untuk temen-teman semua dan selamat mencoba...semoga berhasil.
ATAU bisa juga
Pertama “Setting IP WAN & LAN” :
- Siapkan/nyalakan Router Linksys WRT54G anda.- Sambungkan kabel data (UTP Straight kabel) ke port LAN komputer/Laptop Anda.- Setting IP pada komputer/laptop anda menjadi DHCP agar lebih mudah.- cek ip, netmask dan gateway yang diterima komputer anda.- buka browser anda dan masukkan ip gateway komputer anda tadi, defaultnya http://192.168.1.1/ .- Nah, akan muncul form password untuk akses ke routernya, default user/pass : admin- Pada internet Connection Type nya silahkan dipilih : DHCP atau Static, ini tergantug ISP yang Anda gunakan.- lalu masuk ke settingan Network Setup, Settingan LAN sesuai keinginan anda atau biarkan saja untuk default.
Jika Anda memilih DHCP disable maka anda harus memasukkan IP, Netmask, Gateway dan DNS secara manual untuk setiap klien.
- untuk Time Zonenya pilih GMT+7 untuk indonesia, yang laen terserah Anda.- lalu Save Setting.- Nah sampai disini, Client yang menggunakan kabel sudah dapat terkoneksi ke internet.
Kedua “Settingan WIFI” :
- pilih Menu Wireless- wireless network mode sebaiknya dipilih Mixed agar support ke tipe wifi b dan g- ganti SSID sesuai kemauan Anda.
Untuk SSID Sebaiknya menggunakan Huruf Kecil Semua, dan ganti spasi dengan garis bawah untuk mencegah, beberapa perangkat wifi penerima yang tidak support.
- wireless Channel silahkan dipilih default aja, kecuali ditempat anda terdapat wifi/hotspot lainNah, untuk hal ini bisa anda ganti dengan channel yang belum terpakai.- lalu pilih Save Setting.- Nah sampai disini, Client yang menggunakan kable & WIFI sudah dapat terkoneksi ke internet.
Untuk mengamankan koneksi WIFI anda, sebaiknya anda memasang security pada wifi anda.Tipe security anda bisa berupa WEP atau WPA. namun untuk lebih universal pilih saja WEP yang 64 bit. Cara konfigurasinya :- pilh Menu Wireless - Wireless Security.- pilih security mode = WEP- pilih default transmite key = 1- pilih WEP Encryption = 64 bits10 hex digits- masukkan passphrase dan klik generate, Maka akan tercipta 4 key untuk akses password wifi anda, silahkan gunakan Key 1, (karena anda memilih defaul transmitenya = 1).- lalu Save Setting- Nah koneksi WIFI anda sekarang sudah Secure (dalam artian memiliki password dan terenkripsi).
CARA SETTING HOTSPOT MENGGUNAKAN WIRELESS WRT54G
Kamis, 01 Oktober 2009
Diposting oleh Smakis Crew di 04.35 0 komentar
Nuansa Bening-Vidi Aldiano
Sabtu, 11 April 2009
Oh..tiada yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat di hadapanku
Biasa saja...
Waktu perkenalan lewatlah sudah
Ada yang menarik pancaran diri
Terus mengganggu
Mendengar cerita sehari-hari
Yang wajar tapi tetap mengasyikkan
Reff :
Kini terasa sungguh
Semakin engkau jauh
Semakin terasa dekat
Akan ku kembangkan
Kasih yang kau tanam
Di dalam hatiku
Oh, tiada kejutan pesona diri
Pertama kujabat jemari tanganmu
Biasa saja...
Masa pertalian terjalin sudah
Ada yang menarik bayang-bayangmu
Tak mau pergi
Dirimu nuansa-nuansa ilham
Hamparan laut tiada bertepi
Back to Reff
Menatap nuansa-nuansa bening
Tulusnya doa bercinta
Diposting oleh Smakis Crew di 20.43 0 komentar
Label: lirik lagu
Biarkanlah Berlalu-Hello
Letih aku bila menatap segala kisah dalam dirimu
Pengorbanan dan penantian hanya terbuang dan sia sia
Kau hempaskan tubuh ini
Kau goreskan luka hati
Takkan aku kenang lagi
Tulus cinta yang kau beri
Pergilah cintaku
Lupakan dirinya
Takkan aku ingat lagi
Sakit hati yang kau beri
Pergilah cintaku
Biarkan berlalu
Kau hempaskan tubuh ini
Kau goreskan luka hati
Takkan aku kenang lagi
Tulus cinta yang kau beri
Pergilah kau cintaku
Lupakan dirinya
Takkan aku ingat lagi
Sakit hati yang kau beri
Pergilah cintaku
Biarkan berlalu
Pergilah cintaku
Biarkan berlalu...
Diposting oleh Smakis Crew di 20.36 0 komentar
Label: lirik lagu
Konsep IP Address di Internet
Rabu, 11 Maret 2009
Walaupun bagi para pengguna Internet umumnya kita hanya perlu mengenal hostname dari mesin yang dituju, seperti: server.indo.net.id, rad.net.id, ui.ac.id, itb.ac.id. Bagi komputer untuk bekerja langsung menggunakan informasi tersebut akan relatif lebih sulit karena tidak ada keteraturan yang dapat di programkan dengan mudah. Untuk mengatasi hal tersebut, komputer mengidentifikasi alamat setiap komputer menggunakan sekumpulan angka sebanyak 32 bit yang dikenal sebagai IP address.




Adanya IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA - salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia untuk urusan alokasi IP Address ini adalah:
InterNIC Registration Services Network Solution Incorporated 505 Huntmar Park Drive, Herndon, Virginia 22070 Tel: [800] 444-4345, [703] 742-4777 FAX: [703] 742-4811 E-mail: hostmaster@internic.net
Sedangkan untuk tingkat Asia Pasifik saat ini masih dikoordinasi oleh:
Asia Pacific Network Information Center c/o Internet Initiative Japan, Inc. Sanbancho Annex Bldg., 1-4, Sanban-cho, Chiyoda-ku, Tokyo, 102 Japan Tel: +81-3-5276-3973 FAX: +81-3-5276-6239 E-mail: domreg@apnic.net http://www.apnic.net
Struktur IP Address
IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 - 255. Range address yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111. Jadi, ada sebanyak 232 kombinasi address yang bisa dipakai diseluruh dunia (walaupun pada kenyataannya ada sejumlah IP Address yang digunakan untuk keperluan khusus). Jadi, jaringan TCP/IP dengan 32 bit address ini mampu menampung sebanyak 232 atau lebih dari 4 milyar host. Untuk memudahkan pembacaan dan penulisan, IP Address biasanya direpresentasikan dalam bilangan desimal. Jadi, range address di atas dapat diubah menjadi address 0.0.0.0 sampai address 255.255.255.255. Nilai desimal dari IP Address inilah yang dikenal dalam pemakaian sehari-hari. Beberapa contoh IP Address adalah :
44.132.1.20
167.205.9.35
202.152.1.250
Ilustrasi IP Addres dalam desimal dan biner dapat dilihat pada gambar 1 berikut:
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (bit-bit network/network bit) dan bagian host (bit-bit host/host bit). Bit network berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan bit host berperan dalam identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki bit network yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A, kelas B dan kelas C. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut:
Jika bit pertama dari IP Address adalah 0, address merupakan network kelas A. Bit ini dan 7 bit berikutnya (8 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari 16 juta (2563) host (xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 2 berikut.
Jika 2 bit pertama dari IP Address adalah 10, address merupakan network kelas B. Dua bit ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 3 berikut.
Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network kelas C. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 4.
Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk pemakaian khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimental.
Jenis kelas address yang diberikan oleh kooordinator IP Address bergantung kepada kebutuhan instansi yang meminta, yakni jumlah host yang akan diintegrasikan dalam network dan rencana pengembangan untuk beberapa tahun mendatang. Untuk perusahaan, kantor pemerintah atau universitas besar yang memiliki puluhan ribu komputer dan sangat berpotensi untuk tumbuh menjadi jutaan komputer, koordinator IP Address akan mempertimbangkan untuk memberikan kelas A. Contoh IP Address kelas A yang dipakai di Internet adalah untuk amatir paket radio seluruh dunia, mendapat IP nomor 44.xxx.xxx.xxx. Untuk kelas B, contohnya adalah nomor 167.205.xxx.xxx yang dialokasikan untuk ITB dan jaringan yang terkait ke ITB dibawah koordinator Onno W. Purbo.
Address Khusus
Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host. Address tersebut adalah :
* Network Address.
Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet, network address dari host ini adalah 167.205.0.0. Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukup melihat network address (167.205) untuk menentukan kemana paket tersebut harus dikirimkan. Contoh untuk kelas C, network address untuk IP address 202.152.1.250 adalah 202.152.1.0. Analogi yang baik untuk menjelaskan fungsi network address ini adalah dalam pengolahan surat pada kantor pos. Petugas penyortir surat pada kantor pos cukup melihat kota tujuan pada alamat surat (tidak perlu membaca seluruh alamat) untuk menentukan jalur mana yang harus ditempuh surat tersebut. Pekerjaan “routing” surat-surat menjadi lebih cepat. Demikian juga halnya dengan router di Internet pada saat melakukan routing atas paket-paket data.
* Broadcast Address.
Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada networknya ? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada network yang sama harus memiliki address broadcast yang sama dan address tersebut tidak boleh digunakan sebagai IP Address untuk host tertentu. Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima paket : pertama adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada network tempat host tersebut berada. Address broadcast diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.
* Netmask.
Adalah address yang digunakan untuk melakukan masking / filter pada proses pembentukan routing supaya kita cukup memperhatikan beberapa bit saja dari total 32 bit IP Address. Artinya dengan menggunakan netmask tidak perlu kita memperhatikan seluruh (32 bit) IP address untuk menentukan routing, akan tetapi cukup beberapa buah saja dari IP address yg kita perlu perhatikan untuk menentukan kemana packet tersebut dikirim.
Kaitan antara host address, network address, broadcast address & network mask sangat erat sekali - semua dapat dihitung dengan mudah jika kita cukup paham mengenai bilangan Biner. Jika kita ingin secara serius mengoperasikan sebuah jaringan komputer menggunakan teknologi TCP/IP & Internet, adalah mutlak bagi kita untuk menguasai konsep IP address tersebut. Konsep IP address sangat penting artinya bagi routing jaringan Internet. Kemampuan untuk membagi jaringan dalam subnet IP address penting artinya untuk memperoleh routing yang sangat effisien & tidak membebani router-router yang ada di Internet. Mudah-mudahan tulisan awal ini dapat membuka sedikit tentang teknologi / konsep yang ada di dalam Internet.
Diposting oleh Smakis Crew di 23.45 0 komentar
Mengganti Icon Drive
Bosan dengan icon drive yang monoton ? Ganti aja ! Caranya :
Jalankan Notepad.
Ketik:
[AutoRun]
Icon=C:\Icon\iconsatu.ico
(asumsi : terdapat file iconsatu.ico pada directory Icon. Anda bisa mengganti dengan letak file icon Anda)
Simpan dengan nama autorun.inf dan letakkan pada root directory drive C.
Bila ingin mengganti icon drive lainnya, tinggal ganti huruf C dengan huruf drive yang akan diganti.
Diposting oleh Smakis Crew di 23.40 0 komentar





